Farmakoterapi obesitas

Terapi insulin harus disesuaikan terlebih dahulu dalam pengobatan obesitas. Beberapa metabolit diserap secara sistemik dan diekskresikan melalui ginjal. Erlangga Medical Series.

Terapi Farmakologi untuk Obesitas

United States. Pada pasien yang punya banyak faktor resiko atau pada pasien dengan penyakit jantung koroner seharusnya dilakukan monitoring dan evauasi terhadap faktor resiko yang mereka miliki, seperti hipertensi, pemberhentian merokok, olahraga, kontrol berat badan, dan kontrol gula darah farmakoterapi obesitas pasien dabetes.

Hiperlipidemia merupakan kelainan metabolisme lipid yakni terjadinya peningkatan fraksi lipid dan lipoprotein dalam plasma. Lemak dapat diabsorpsi apabila telah diubah oleh 14 lipase menjadi asam lemak dari makanan tidak dihidrolisis menjadi asam lemak bebas dan gliserol.

FARMAKOTERAPI OBESITAS

Hasil Terapi Obesitas yang Diinginkan Rusovastatin dosis tidak dicantumkan untuk terapi mixed hyperlipidemia. Sediaan terdapat dalam bentuk tablet, yang mengandung 90 mg bupropion sustained release SR dan 8 mg naltrexone SR.

Pengawasan sendiri terhadap: Prosedur bedah secara umum akan mengurangi volume lambung, menurunkan absorbsi pada permukaan saluran pencernaan, dan sering dikaitkan dengan beberapa malabsorpsi pada beberapa kasus. Karena bekerja pada susunan saraf pusat, obat ini dapat menyebabkan ketergantungan dan bisa disalahgunakan.

Obesitas merupakan masalah kesehatan yang nampaknya tidak kunjung selesai. Sibutramin menghambat norepinefrin yang akan menimbulkan rasa kenyang dan menekan nafsu makan dan mengurangi asupan kalori oleh karena efek anoreksan yang dikandung oleh obat ini. IMT adalah metode yang tidak mahal dan gampang untuk dilakukan untuk memberikan indikator atas lemak tubuh dan digunakan untuk screening berat badan yang bisa mengakibatkan problema kesehatan.

Farmakoterapi dikelompokkan menjadi 3, yaitu: Hyperertriglyceridemia-induced recurrent acute pancreatitis: Jika tetap digunakan maka lakukan monitoring dengan ketat. Pada beberapa wanita obesitas menampakkan sindrom ovarium polikistik Dipiro dkk, Dosis insulin sangat bervariasi tergantung kondisi yang mendasari resistensi insulin dan sensitizer oral yang digunakan.

Penatalaksanaan Obesitas

Efek sampingnya terutama berkenaan dengan sistem pencernaan seperti rasa kenyang, terbentuknya gas, dan konstipasi. Jellinger, P. Keluhan abdominal ringan, ruam kulit, gatal, nyeri kepala, nyeri otot, Pasien diingatkan tentang kejang otot, lelah, dan gangguan efek samping yang Rosuvastatin tidur.

Pada penemuan kasus biasanya pengujian awal menggunakan kolesterol total, tetapi selanjutnya harus didasarkan pada LDL Dipiro, et al. Childhood Obesity: Metformin juga mengurangi tingkat plasminogen sehingga menyebabkan sedikit penurunan berat badan kg. Kemudian, leptin merangsang anorexigenic center di hipotalamus agar menurunkan produksi Neuro Peptida Y NPY sehingga terjadi penurunan nafsu makan.

Meskipun beberapa obat berikut dapat mempengaruhi kontrol glukosa dengan insulin: Dokter meresepkan fenofibrate dosis tidak dicantumkan untuk mengatasi hiperlipidemia.

Dosis dan Cara Pemberian Rafeglinide dan nateglinide sebaiknya diberikan saat makan hingga 30 menit sebelum makan. Terapi dimulai dengan dosis sangat rendah yaitu 1x25 mg saat makan, dan dititrasi secara bertahap dalam beberapa bulan hingga dosis maksimum 3x50 mg pada pasien dengan berat badan kurang dari atau sama dengan 60 kg atau 3x mg pada pasien dengan bobot badan lebih dari 60 kg.

Asetoheksamide, klorpropamide, tolazamide, dan tolbutamide Sulfonilurea generasi 2: Analisis DRP Pasien dengan mixed hyperlipidemiadiabetes metitus tipe 2 dan hipertensi dalam kasus ini menerima 6 macam obat dalam pengobatannya. Obat-obat yang menginduksi atau pun menghambat kerja enzim CYP 2C9 harus dipantau jika digunakan bersama sulfonilurea.

Tabel 3. Profil lipid dapat menjadi normal ataupun meningkat dengan turunnya berat badan. Penelitian yang mengevaluasi efek kombinasi ezetimibe dengan simvastatin pada saat ini sedang berlangsung Erwinanto dkk, American College of Cardiology mengindikasikan farmakoterapi hanya pada pasien dewasa yang obesitas (BMI ≥ 30 kg/m2) atau berat badan berlebih (BMI ≥ 27 kg/m2) dengan komorbiditas seperti hipertensi, dislipidemia, dan DM tipe 2.

Secara umum farmakoterapi untuk obesitas dikelompokkan menjadi tiga, yaitu penekan nafsu makan misalnya sibutramin, penghambat absorbsi zat-zat gizi misalnya orlistat, dan kelompok lain. Tingkat obesitas ditentukan oleh lamanya waktu ketidakseimbangan ini terjadi.

Asupan energi dipengaruhi oleh pengaruh lingkungan, termasuk faktor sosial, perilaku, dan budaya sedangkan pengeluaran energi dipengaruhi oleh komposisi genetik dan metabolisme (Dipiro et al., ).

Obesitas atau kegemukan terjadi pada saat badan menjadi gemuk (obese) yang disebabkan penumpukan adipose (adipocytes: jaringan lemak khusus yang disimpan tubuh) secara berlebihan. Farmakoterapi belum direkomendasikan untuk terapi obesitas pada anak, karena efek jangka panjang yang masih belum jelas.

Terapi bedah di indikasikan bila berat badan lebih dari % BB Ideal. Riwayat keluarga (yaitu adanya orang tua atau saudara kandung yang mengidap DM) Obesitas (memiliki berat badan lebih dari 20% berat badan ideal, atau memiliki indeks massa tubuh lebih dari 25 Kg/m2).

Farmakoterapi obesitas
Rated 5/5 based on 8 review